if you have any question, please call
021. 7592 2934
 
 
11 February 2011
Memahami Planet & People dari Kacamata Profit: Peran Konsultan Pendamping Perusahaan

Abad 21 bisa dikatakan sebagai abad dimana semua pihak - termasuk perusahaan sebagai mesin pencari keuntungan - mulai bercermin dan melakukan introspeksi diri. Pihak mana saja yang saya ‘sakiti’ dalam proses pencarian keuntungan perusahan dan bagaimana perusahaan bisa mengurangi ‘rasa sakit’ itu? Dan jawab yang diberikan oleh hampir semua konsultan CSR yang mendampingi perusahaan adalah CSR (Corporate Social Responsibility).

CSR telah didefinisikan dari berbagai sudut pandang & bidang ilmu. Namun intinya CSR tidak lain adalah inisiatif untuk menyeimbangkan antara keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dari SDM dan/atau Bumi dengan niat baik perusahaan untuk menghargai SDM dan melindungi kelestarian bumi. Penghargaan atas Planet & People yang tertinggi adalah dengan cara memahami kebutuhan dan bersedia untuk mulai membangun masa depan perusahaan berdasarkan pada kebutuhan Planet & People. Tidak penting untuk langsung membuat gerakan-gerakan yang masif berskala nasional atau internasional, tetapi bisa dimulai dari inisiatif-inisiatif kecil yang sederhana seperti voluntarism (kesularelaan) karyawan untuk mengajarkan baca tulis kepada komunitas sekitarnya. Karena intisari inisiatif CSR bukanlah dari besarnya budget yang dikeluarkan tetapi, yang pertama dari kesinambungan atau sustainability perusahaan; yang kedua dari derajat manfaat yang dirasakan oleh penerima manfaat inisiatif CSR; dan yang terakhir adalah dari peningkatan pemberdayaan penerima manfaat inisiatif CSR tersebut.

Meskipun inisiatif CSR lebih penting daripada sekedar mengutak-utik definisi CSR, tetapi sebagai konsultan komunikasi, Prasasta Reputation Management, mencoba untuk terus manjaga agar inisiatif kegiatan CSR tidak ‘menyimpang’ dari koridor etis. Salah satu contoh inisitaif CSR yang pernah digagas oleh sebuah perusahaan asing yang telah puluhan tahun beroperasi di Indonesia adalah: mempekerjakan karyawan/wati lokal. Alasan yang diajukan perusahaan ini cukup mencengangkan, “tingkat keahlian dan kemahiran orang-orang Indonesia sebenarnya jauh di bawah standar kebijakan rekrutmen perusahaan, tapi ya sudahlah karena perusahaan kami sudah lama beroperasi di Indonesia, yang kami menerima karyawan Indonesia sebagai ucapan terima kasih kami kepada bangsa Indonesia.’

Usulan yang diajukan oleh Prasasta kepada perusahaan ini adalah dengan tetap merekrut karyawan/wati lokal tetapi melalui prosedur rekrutmen perusahaan yang sudah baku - tanpa keistimewaan. Kegiatan CSR yang bisa dilakukan tanpa harus memulai dari awal adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan keahlian untuk memberdayakan para karyawan/wati lokal yang sudah diterima berdasarkan survei kepuasan karyawan/wati.

Seperti juga pepatah ‘Tak Ada Gading yang Tak Retak’ maka sebenarnya tidak ada inisiatif CSR yang betul-betul akan menghasilkan keseimbangan sempurna antara Profit yang dihasilkan perusahan dan kontribusi perusahaan untuk People & Planet. Tetapi kalau tidak dimulai dari sekarang, maka perusahaan Anda akan tumbuh menjadi perusahaan yang minim teman di kala krisis.

Jadi.... Selamat Memulai!

Salam Prasasta,

Tomi

  « HOME »   « ABOUT US »   « SERVICES »   « FROM US »   « NEWS BUREAU »   « CONTACT US